https://www.kertas-kosong.com/

Home » Blog Archive » Uni Eropa Memboikot Sawit Indonesia, Mengapa?

Uni Eropa Memboikot Sawit Indonesia, Mengapa?

Pernyataan pemboikotan sawit Indonesia oleh Uni Eropa mengancam perekonomian Indonesia, di mana Indonesia akan kehilangan pasar di kawasan Eropa. Padahal yang kita ketahui minyak sawit adalah salah satu energi alternatif ramah lingkungan yang dapat menyubstitusi cadangan minyak bumi yang semakin menipis dan faktanya Uni Eropa adalah konsumen CPO terbesar di dunia. Tapi mengapa Uni Eropa memboikot sawit Indonesia? Uni Eropa menyatakan alasan memboikot sawit Indonesia bahwa kerusakan hutan yang terjadi diakibatkan oleh industri sawit Indonesia.

Pembukaan lahan yang dilakukan oleh industri sawit di Indonesia, sebagian besar dilakukan dengan cara membakar hutan. Tentu cara ini sangat merusak lingkungan dan dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca, sehingga Indonesia menempati posisi ke-10 sebagai negara yang paling banyak mengeluarkan karbon dioksida dari data Union of Concerned Scientist (ucsusa.org, 2020). Selain daripada itu terancamnya habitat satwa akan membuat para satwa berkeliaran ke pemukiman warga sekitar hutan dan lebih parahnya para satwa akan kehilangan nyawa karena tidak dapat beradaptasi dengan baik serta mempercepat punahnya satwa langka, seperti orang utan, harimau Sumatera, burung cenderawasih, dan lain-lain.

Table 1Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2021

Menurut rekap data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, provinsi dengan luas kebakaran hutan dan lahan terbanyak sepanjang periode 2016-2021, yaitu Papua yang berada pada urutan pertama. Setelah Papua, provinsi yang menempati posisi kedua ada 2 provinsi yakni Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat, dan yang menempati posisi ketiga adalah Nusa Tenggara Timur. Hal ini juga dibuktikan dari data analisis Greenpeace Indonesia terkait pembakaran disengaja oleh perusahaan Korindo Group untuk peluasan perkebunan kelapa sawit di Papua.

Inilah yang memunculkan perhatian dari Uni Eropa terhadap kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia, sehingga Parlemen Uni Eropa mengeluarkan kebijakan larangan impor sawit dan produk turunannya. Hal ini dilakukan untuk menyadarkan setiap negara untuk lebih peduli terhadap lingkungan yang ditimbulkan dari industri sawit. Akan tetapi, perbuatan yang dilakukan oleh Uni Eropa dapat mengancam hubungan multilateral antara negara-negara kawasan di Eropa dengan Indonesia. Lagi pula minyak sawit sebagai energi alternatif tidak dapat begitu saja dihapuskan, berbagai macam produk makanan, kosmetik, bahan bakar mobil, bahkan dapat menjadi sumber pembangkit listrik.

Oleh karena itulah, minyak sawit tidak dapat ditiadakan begitu saja, banyak sekali kegunaan yang dihasilkan minyak kelapa sawit, hanya saja industri sawit di Indonesia perlu mengembangkan atau mempunyai teknologi-teknologi yang ramah lingkungan ditambah cara pembukaan lahan yang baik dan benar. Dari segi materi memang harga yang dikeluarkan untuk membeli teknologi ramah lingkungan tidaklah murah. Dalam berbisnis jangan hanya memikirkan keuntungan saja, tetapi juga harus memperhatikan lingkungan demi kelangsungan hidup manusia sehingga alam pun tetap terjaga dan generasi selanjutnya pun masih dapat merasakan keindahan serta kebaikan dari alam itu sendiri. Uni Eropa yang memiliki banyak anggota yang sudah maju dibidang teknologi dan maju dalam perekonomian akan lebih baik membantu negara-negara penghasil minyak sawit, seperti Indonesia daripada memboikot sawit yang jelas-jelas sangat dibutuhkan dari dahulu sampai sekarang.

Penulis: Yuliana Putri Simanjuntak

Mahasiswa Studi Hubungan Internasional

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *